Tuesday, June 29, 2004

Tuhanku Tuhankaukah ?

Seorang tua berwajah lembut
berbicara kepadaku dengan kelembutannya

“Tuhanku Tuhankaukah ?”
Mata aku tutup untuk melihat cahaya Nya
engkau menutupi cahaya Nya dengan membuka matamu
mulut aku tutup agar telinga mendengar nurani
engkau mengkainkafani nurani dengan melepaskan mulutmu

“Tuhanku Tuhankaukah ?”
gerak otot dan keringatku untuk mengakrabi Nya
engkau meninggalkan Nya untuk keringat dan gerak ototmu
aku berlapar-lapar dengan perutku
agar aku kenyang bersama Nya
Sementara engkau berkenyang dengan perutmu
sampai tak tahu kalau engkau kelaparan

Ilmuku Ilmu Nya
Begitu juga dengan ilmumu
Hartaku harta Nya
Begitu juga dengan hartamu
engkau begitu gelap
sampai tak tahu kalau engkau dalam kegelapan
engkau begitu Lapar
sampai tak tahu kalau engkau dalam kelaparan
engkau begitu bodoh
sampai tak tahu kalau engkau dalam kebodohan
engkau begitu miskin
sampai tak tahu kalau engkau dalam kemiskinan
Kemudian orang tua itu pergi meninggalkanku
dan berkata “Tuhanku adalah Tuhankau juga”

Jogjakarta, Rajab 1423
Emha Ainun Nadjib